Toocool's Search Engine
Tampilkan postingan dengan label My Art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Art. Tampilkan semua postingan
19 Juni 2010
27 Januari 2010
Pusis rAngga...
Bunda pergi karena cinta...
Digenangi air racun jingga...
Adalah wajahmu Seperti bulan lelap tidur di hatimu...
Yang berdinding kelam dan kedinginan...
Ada apa dengannya...?
Meninggalkan hati untuk dicaci...
Lalu sekali ini aku melihat karya surga...
Dari mata seorang hawa...
Ada apa dengan cinta...?
Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama...
Untuk mempertanyakan kembali cintanya...
Bukan untuknya, bukan untuk siapa...
Tapi untukku...
Karena aku ingin kamu...
Itu saja...
05 Juli 2009
sebatas kenangan
aku adalah angin yang bertiup lembut
mengisi hatimu dengan kesejukan
lupakan aku di saat gembiramu
ingatlah aku di saat sedihmu
kan kuhapus air mata jiwamu
ku genggam tanganmu
dan kutiupkan harapan indah di telingamu
lupakanlah aku di saat sukamu
karena aku akan selalu menjagamu tanpa sadari hadirku
dari terik dan debu
jangan mencariku
karena aku selalu ada dalam setiap tarikan nafasmu...
percayalah...
sahabat dan kekasih akan memudar
tapi sayangku abadi.
kasihku suci
untuk melindungi dan menjaga tarian indah hidupmu
tak ada berharap balas meski setitik
karena cerah senyummu adalah bahagiaku...
-eLLen, 9 Des'08 15:12 WIB-
30 Januari 2009
Tentang Budaya
Huehuehuehue...
Sahabatku Hanny Sedang bingung tentang budayanya Sendiri...
Semoga ini tidak hanya menjadi kesadaran sejenak...
Betapa tersentilnya gw ketika nonton pentas Teater Koma yang berjudul Republik Petruk, kamis 22 Januari 2009 yang lewat.
Di situ sang tokoh utama yang bernama Petruk berkata, "Orang jawa ya harus tau kisah wayang, kelewatan kalo ga tau. kalo ga tau namanya udah kecabut dari akarnya, udah jadi orang asing! BERARTI GW ORANG ASING DONG??
Jujur gw kurang paham sama kisah pewayangan. Gw tau ada yang namanya pandawa lima, tapi ga tau siapa-siapa aja kelima pandawa itu. Dan juga ada tokoh Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong, tapi ga tau dari golongan apa mereka. Bahkan gw baru tau kalo Semar adalah ayah dari Petruk, Gareng, dan Bagong pas awal tahun ini, ketika gw beli baju bergambarkan semar di Mirota Batik, Jogjakarta. Keterlaluan ga sih, Gw yang sebagai orang jawa asli, mempunyai pengetahuan yang sangat minim tentang kisah pewayangan?
Gw pun mengaku kalo gw kurang peduli terhadap kisah pewayangan. Dulu, waktu di telivisi masih ada acara wayang, dan bokap gw rajin ngikutin acara itu, gw selalu ga mau nonton. Bosan! Itu yang selalu ada di pikiran gw. Tapi kenapa gw semangat banget nonton Republik Petruk, yang jelas pasti bercerita tentang kisah pewayangan? Hanya karena itu adalah pentasnya Teater Koma, yang gw yakini pasti bagus. Dan terbukti.
Teater Koma yang diwakili oleh Petruk pun dengan baik hatinya mengenalkan setiap lakon dan memberi tahu sinopsis dari adegan-adegan yang akan dimainkan. Dan dengan cerdasnya pula mengemas nuansa wayang menjadi sangat modern dan berwarna. Menjadikannya sangat menarik dan dinamis. Ditambah dengan kostum, nyanyian, tarian, dan juga didukung dengan penggunaan lighting yang membuat semuanya mengesankan. Juga menyentil hal-hal yang sedang menjadi perbincangan dewasa ini (yang ini pasti ada di setiap pentas Teater Koma). Duduk manis dalam gedung teater selama hampir lima jam pun tidak menjadi masalah.
Haha.. Gw nonton wayang di TV yang bener-bener ada dalang, sinden, musik gamelan, dan segala macemnya, lima menit aja udah ga betah. Tapi nonton teater yang bercerita tentang pewayangan namun sudah dikemas secara modern, hampir lima jam anteng-anteng aja. Malah pengen nonton lagi kalo memungkinkan. Ironis.
Budaya Jawa (apalagi tentang pewayangan) emang udah ga mengakar kuat pada diri gw, karena dari kecil gw di Jakarta. Tapi gw sadar sih itu bukan alesan buat gw jadi menyepelekan dan melupakan budaya gw sendiri. Kan mendingan peduli sekarang, daripada ntar kalo udah diambil orang baru ketar-ketir ga ketulungan... Lalu semua orang baru tersadar, dan akhirnya orang-orang yang ikut arus banyak yang melakukan dan menunjukkan kepedulian 'sesaat' sebagai jalan untuk mempertahankannya. ahhh..
Toocool Menjawab...
Itulah Indonesia.....
wkwkwkwkwk....
Masalahnya ada di Bahasa non...
Dulu dari Bahasa Jawa Kuno diterjemahkan ke Bahasa Jawa Moderen...
Tapi setelah ada bahasa Indonesia dan kemajuan teknologi informasi, Generasi muda kita sudah terlanjur berkonsentrasi ke budaya barat...
Sebagian kecil hal ini disebabkan oleh orang yang telah 'menjual' Indonesia ke Bangsa Barat...
Silahkan ditonton lagi film The New Rules Of The World... :)
Akibatnya Tidak banyak Generasi muda kita yang peduli terhadap Budaya nya dan Melestarikan Budayanya dengan salah satunya Men'Translate' ke Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris sekalipun...
Yang aku tahu, Sejauh ini Sebagian Sejarah Jawa yang lisan maupun yang tidak tertulis di Buku sejarah sekarang sedang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia...
Tujuannya apa? Ya biar Generasi muda, anak dan cucu kita nanti tidak males lagi melestarikan budayanya...
Semuanya tergantung Pribadi masing2...
Mari Kita Buktikan Bahwa Indonesia BISA...!!
JASMERAH...
Belajar Budaya ndak perlu susah2...
Apalagi jaman sekarang... Teknologi sudah maju...
Medianya Banyak, Dari Internet, Dari Buku, Dari Video2 dokumenter, Dari Sesepuh2, Dari TooCool... *lho.. gak nyambung* kekekekek...
Makannya untuk melestarikan suatu Budaya, Diharapkan Bangsa nya juga mempunyai kesadaran dalam bidangnya masing2 untuk menyebarluaskan Budaya nya lewat Media2 yang dikuasai oleh talenta masing2...
Sahabat saya pernah bilang...
Orang Jawa (secara garis besar Bangsa Indonesia) adalah Bangsa yang permisif...
Budaya2 luar yang masuk kesini semuanya diterima dan lambat laun berakulturasi dengan budaya kita...
Hal inilah yang menyebabkan Bangsa kita kurang mempunyai kesadaran untuk Melestarikan Budaya Aseli nya sendiri...
Dulu jaman SMA di Sosiologi pernah dibahas kira2 begini,
Budaya adalah suatu hal yang unik di sekumpulan masyarakat yang dilakukan berulang-ulang dan menjadi kebiasaan...
CMIIW..
Nah... Karena sifat permisif inilah lambat laun kebudayaan Aseli bangsa kita menjadi tergerus dan hilang...
Makannya Pak Karno pernah bilang...
Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya, dan Tidak Melupakan Sejarah dan Budayanya...
Jadilah Asing di Negeri Orang tapi Jangan Sampai Menjadi Asing di Negeri Sendiri...
Sorry kalo kepanjangan yah...
semoga ini bisa memberi pencerahan untuk generasi muda Bangsa Indonesia...
:)
:)
:)
12 Agustus 2008
eL...
Cinta...
Tak mengenal bahasa...
Tak bisa di logika...
Merasuk kedalam sukma...
Cinta...
Bertekuk lutut dihadapannya...
Berjalan bersama di jalan berliku...
Iringi langkah disampingku...
Cinta...
Balut hidupku dengan rasa...
Hibur Diriku dengan ceria...
Penuhi auraku dengan jiwa...
Cinta...
Dampingi perjalanan hidup kita...
Naungi setiap sanubari...
Tambatkan ke pelabuhan hati...
Cinta...
I Love U...
I Miss U...
I Need U...
Sahabat...
Sahabat adalah sang abadi...
Tak lekang oleh waktu...
Tak lelap oleh jaman...
Tak lapuk dimakan usia...
Sahabat s'lalu iringi...
Setiap kelok hidup ini...
Relakan tangannya 'tuk raih kita...
Relakan hatinya 'tuk raih cita...
Sahabat bangunkan ku saat jatuh...
Lelapkan ku saat gundah...
Senyumkan ku...
Berikan cerianya yang tak pernah sirna...
Sahabat...
Maafkan...
'Ku tak mampu membalasnya...
'Ku hanya bisa berikan cinta untukmu...
Terimakasih Sahabat...
:)
:)
:)
24 Juni 2008
ELCO Band
Alo temen2 semua....
Masih inget ngga sama ELCO Band ?
Band ini dirintis ber-4 oleh anak2 Gen-X VL sekitar tahun 2001...
Awalnya Bernama Skeleton...
Personil Awalnya :
- Eko Widhi "Top-X" Martanto (Vocal, Lead Guitar)
- Dionisius Budhi "Stromberg" Prakosa (Bass, Backing Vocal)
- YB. Dimas "Baworz" (Guitar, Backing Vocal)
- Arkadius "Too-Cool" Anggalih (Drums, Backing Vocal)
Nama Skeleton Diambil dari Sahabat kita Dion yang berperawakan jangkung dan Kurus kering...

Pada saat Lustrum II VL, Skeleton Tampil dengan tambahan personil Ardhi pada keyboard, Benny Bendhot pada Lead Guitar, dan Novi Noix pada Vocal...
Seperti Band2 VL lainnya, Skeleton manggung di hampir semua event acara VL...
dan juga melibatkan teman2 lain sebagai additional player dan crew (Thanks all)...
Pada saat persiapan untuk BOOM Festival 2002 Magelang-JaTeng, nama Skeleton diubah agar lebih Menjual...
Proses perumusan nama ELCO pun mengalami perdebatan yang sangat sengit...
Sempat terlontar nama BUKAN PADI Band...
ataupun MIRIP NAFF Band... 
2 nama diatas akan menimbulkan kekacauan bila ditanyakan pada personil kami...
"Nama Band apa mas?" Jawab, "BUKAN PADI"... "Ya apa mas?" "BUKAN PADI"... "Lha Terus Apaaaa?
" "BUKAN PADI" *Plakkk.... 
Begitu juga dengan MIRIP NAFF... bisa berabe nanti... 
Akhirnya Dipuutuskanlah namanya menjadi ELCO Band...
Nama ini diambil karena semua personil Skeleton mengikuti ekskul Electro...
Dan ga ada sama sekali artinya... Ben Wangun...
huehuehuehuehue.....
Pada saat mengikuti Festival ini kami dibantu oleh Dhamet (Henrikus Dhani Indrata) pada Lead Guitar, dan juga Cinde (Angelina Cinde Yudyasari) pada Keyboard...
Kami membawakan 2 lagu... 1 lagu Wajib, dan 1 lagu ciptaan sendiri...
Lagu Ciptaan Kami berjudul Yang Pertama....
Lagu ini diciptakan oleh Bawor (nada) dan saya (Lirik)...
Saya dan Bawor waktu itu sedang dimabuk cinta...
Akhirnya diaransemen bersama ELCO Band...
Lagu wajib yang kami bawakan adalah Yang Tak Pernah Bisa Mencintaimu-NAFF
Lagu kami juga mengunang humor jika kami membawakannya pada urutan pertama saat manggung...
kalo ditanya sama MC, "Lagu yang akan dibawakan apa mas", jawab "Yang Pertama"... "Ya Apa mas judul lagu pertama nya???" " Yang Pertama"... "Apa Mas Judulnyaaa?
?" "YANG PERTAMAAAAA" *Plakkkk.... 
BOOM Festival ini juga diikuti oleh 2 band lain dari VL, Band nya Donnie (Cookie, Puguh, Domi, Bhanoe, dan Donnie) Serta Band nya Gondhezz (Alm. Arex, Agung, Jimmy, dan Gondhezz)...
Dengan alat seadanya milik Studio VL Lama (Gitar Prince) dan pinjaman dari Sob Lukas (VL-9), kami bertarung melawan 30an band lainnya...
Dari 30an Band tersebut, Drummer yang merangkap jadi Backing Vocal hanyalah Drummernya ELCO Band (a.k.a Saya sendiri)... 
Setelah menunggu lama, pada jam 10an malam akhirnya diumumkan oleh dewan juri...
ELCO Band meraih Juara III....
Wauw... Sebuah prestasi yang sangat tidak disangka2...
Kami yang lugu dan hanya memakai alat2 murahan, yang jelas kalah dengan anak2 SMA lain yang memakai alat2 merk terkenal, ternyata bisa meraih juara ke-III...
Sungguh tidak disangka2...
Wakil ELCO Band yang menerima hadiah adalah Bawor...
Kami akhirnya pulang dengan hati bersemi2...
Setelah berhasil memboyong piala ke Kampus VL Tercinta, Saya sebagai Ketua Band mengusulkan kepada Br. Theo untuk memfasilitasi Anak2 Band VL, agar prestasi kita menjadi lebih maksimal lagi dengan alat2 yang mumpuni...
Akhirnya permintaan kami dikabulkan...
- Ampli, karpet, sparepart drum dan kipas angin baru diberikan oleh Br. Theo...
- Kami dijanjikan untuk dibelikan Drum Baru...
- Kami diberi kesempatan Rekaman bersama Band2 VL lain untuk Album Kompilasi VL...
EDITED (Tambahan)
ELCO Band juga pernah menjadi Juara I Lomba Cipta Lagu Rohani Van Lith...
Sobat Ririh Dian Pratiwi juga ikut menyumbangkan suaranya yang merdu sekali...
Kami mengusung lagu Yesus Cahaya Dunia ciptaan saya bersama ELCO Band...
Kami tampil dalam nuansa yang sangat berbeda...
Disaat yang lain membuat lagu bernuansa Mazmur yang menggunakan Organ..
Kami tampil dengan nuansa Band Acoustic lengkap dengan Ketipung dan tamborine...
Lagu ini juga kami buat dengan nuansa Samba yang riang gembira dengan syair yang ringan dan mudah dimengerti...
Hal ini dimaksudkan agar kaum muda yang jenuh dengan Lagu2 gereja yang cenderung monoton (dari sisi muda-mudi), dapat membuat para kaum muda ke gereja bukan hanya untuk kewajiban saja, melainkan datang ke gereja karena benar2 niat dan tertarik kepada Yesus sang Cahaya Dunia...
Wuiiihhh.... Sungguh panjang perjalanan ELCO Band...
Sampai awal2 kuliah (2003-2004) kami masih mengikuti beberapa audisi Band di Jokja... juga sempat tampil di Kampus Sadhar paingan....
Sobat Ria dari Atmajaya pernah menjadi Vocal kami saat audisi nescafe musik asyik..
Karena kesibukan di Bangku kuliah, Akhirnya kegiatan nge-band kami sedikit terabaikan...
Namun Semangat Nge-Band masih terus membara di sanubari kami...
Sekian Sharing tentang ELCO Band dari saya...
Mohon maaf jika ada perkataan yang kurang berkenan...
Jika ada kisah2 lainnya dari teman2 tentang ELCO Band monggo ditambahkan...
Kumpulan beberapa lagu dari ELCO band dan puisi2 (untuk seseorang) dari saya bisa di download di sini....
*dengerinnya pake headphones yak...

Semoga tulisan ini dapat memotivasi teman2 musisi yang masih maupun sudah tidak di VL lagi agar terus berkarya dengan tidak memandang alatnya...
"Man Behind The Gun..."
Selamat menikmati...
29 April 2008
Syenni
Alunan lagu iringi s'gala rasa...
S'gala pedih dan laku yang t'lah kubuat...
kekecewaan yang ada di hatimu...
Dan rasa sakit itu...
T'lah buatku sepi...
Dalam keramaian dan penat dalam kebingaran...
Yang Pertama darimu t'lah buka s'gala hati ini...
Yang s'lalu tertutup gelap...
Dan takkan jadi akhir segalanya...
Maafkan teman...
Atas s'gala buat dan ucap...
Yang telah sakitkanmu...
Jangan pernah lari dari cintamu...
Karena disitulah jalan yang dihadiahkan untukmu...
Jangan pernah berpaling dari cintamu...
Karena disitulah bahagiamu...
*311202 17:12
Langganan:
Postingan (Atom)